Ayoo... Jadi OPS Profesional
12 Agustus 2021
Sahabat Operator Sekolah yang berbahagia...
Berbicara wacana manajemen atau
aktivitas/kegiatan kantor dan tata perjuangan yang dijalankan oleh
seorang administrator (pengurus) yang diatur oleh sebuah
sistem yang telah terprogram sedemikian rupa tentu sangat dibutuhkan skill (kemampuan
khusus) yang memadai dari seorang direktur / operator bersangkutan.
Tak terkecuali berlaku pula bagi suksesnya pengelolaan/manajemen pendidikan di
sekolah-sekolah. Sehingga setiap satuan pendidikan, khususnya sekolah harus
mempunyai minimal 1 (satu) orang tenaga manajemen yang mumpuni demi lancarnya
segala urusan manajemen pendidikan baik yang sanggup dilakukan secara offline maupun
yang harus dilakukan melalui media internet (online).
Sebelum pembahasan lebih lanjut mengenai tips
menjadi OPS yang profesional, perlu dijabarkan pula wacana status jabatan
administrator/operator sekolah dalam struktur organisasi di sekolah.
Secara hierarki dalam struktur organisasi pendidikan di sekolah, posisi OPS
berada di bawah kendali Kepala Sekolah, serta sanggup dikategorikan/dimasukkan
dalam ranah tenaga kependidikan yakni sebagai bab yang terintegrasi dengan
Tenaga Administrasi atau TU (Tata Usaha) sekolah.
Namun dalam perkembangannya, lantaran semakin banyak dan kompleksnya
tugas-tugas manajemen (tata usaha) yang diemban oleh tenaga manajemen sekolah,
sehingga diharapkan adanya penambahan tenaga baru, mengingat juga setiap jadwal
manajemen pendidikan niscaya disertai batas simpulan penyelesaian kiprah (deadline)
dalam setiap sesinya.
Selain itu, sebagian dari pekerjaan-pekerjaan manajemen sekolah pada ketika kini ini harus dituntaskan dengan memakai jalan masuk internet (online), maka tak pelak lagi bagi guru-guru yang kebetulan mempunyai kemampuan ataupun pengalaman mengenai seluk-beluk internet sanggup dipastikan akan dilibatkan oleh Kepala Sekolah untuk membantu sementara tugas-tugas manajemen sekolah secara online ini, tentu akan terdapat kebijakan-kebijakan khusus yang sifatnya internal dari setiap sekolah yang masing-masing berbeda juga tentunya terhadap guru yang sekaligus merangkap kiprah sebagai tenaga manajemen sekolah.
Apalagi bagi sekolah-sekolah di daerah-daerah pelosok, terpencil, pedalaman,
atau kawasan khusus lainnya yang belum tersedia jalan masuk internet serta
belum mempunyai tenaga administrasi, tentu semua ini menjadi tantangan
tersendiri untuk bagi seluruh pihak sekolah terutama bagi Kepala Sekolah untuk
lebih berusaha dan bekerja ekstra keras dalam menemukan solusi terbaik untuk
mengatasi segala keterbatasan ini, lantaran bagaimanapun juga, seluruh sekolah
di Indonesia, tak terkecuali bagi sekolah yang belum tersedia jalan masuk
internet ataupun belum mempunyai tenaga manajemen sekolah tersebut juga harus
merampungkan seluruh program-program manajemen pendidikan yang terpusat ini
dengan baik pula pada akhirnya.
Sebagai bab dari totalitas dedikasi dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia ini, sehingga pada ketika ini banyak di antara kita yang bertugas ganda, selain sebagai Tenaga Pendidik (guru), bertugas pula sebagai Tenaga Kependidikan yakni menjadi Tenaga Administrasi Sekolah. Dan intinya secara teknis kiprah dari Operator Sekolah sama juga dengan Administrator Sekolah, sehingga sebutan tenaga manajemen yang menjalankan proses pendataan di sekolah disebut dengan Admin. Sekolah, selain itu disebut juga dengan Operator / Op. Sekolah, dan yang terakhir ini kita setuju dengan sebutan OPS (Operator Pendataan Sekolah).
Selain kita selalu berusaha dan berupaya untuk menjadi guru yang profesional (handal), alangkah baiknya, kiprah peran embel-embel sebagai OPS ini, kita sanggup menjadi OPS yang profesional pula. Lalu, bagaimanakah biar kita menjadi Operator Pendataan Sekolah (OPS) yang profesional? Tentu pengertian dari OPS Profesional ini sangat luas bukan?
Karena, selain harus mempunyai kemampuan-kemampuan sanggup diandalkan,
kompetensi yang mumpuni, kinerja yang bagus, kemauan untuk terus mencar ilmu
serta senantiasa menggali informasi-informasi dari banyak sekali sumber yang
berkaitan dengan tugas-tugasnya tentu sangat memilih progress/kemajuan
pada kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) dari setiap OPS tersebut dan pada
akhirnya penyelesaian kiprah Dapodikdas 2021 sanggup selesai dan berhasil
tuntas dengan hasil yang memuaskan bagi semua pihak yang berkepentingan dengan
Dapodikdas 2021 ini.
Sekarang tibalah pada kesimpulan bahwa tips untuk menjadi OPS yang profesional itu, kita harus "SAKTI" dulu lho...! = Sabar, Antusias, Kooperatif, Teliti, dan Ikhlas." ;
1. Sabar
Jadi, OPS yang profesional itu niscaya sabar dan pantang menyerah, sabar dalam
mengolah aplikasi dan seluruh data dan pantang mengalah apabila dalam beberapa
prosesnya terkadang menemui kegagalan-kegagalan. Pada prinsipnya, bagi OPS yang
profesional, kegagalan gres sama dengan pengalaman baru. Mantap…
2. Antusias
Poin inilah yang sering membedakan kegiatan
antara guru dan OPS, kegiatan guru sering dilakukan di pagi, siang, ataupun
sore hari. Namun untuk kegiatan OPS, mayoritas dilakukan pada malam hari,
tengah malam, bahkan hingga dini hari. Mengingat tugas-tugas OPS diharapkan
suasana kerja yang lebih hening biar lebih konsentrasi dan fokus untuk
menghindari kesalahan-kesalahan input data ataupun proses lainnya, kalau tidak,
fatal akibatnya, terkait dana BOS, donasi profesi guru, maupun hal-hal penting
lainnya.
Seperti Anda yang masih terus sudi membaca artikel ini. Luar biasa… Jempol
untuk Anda, lantaran Anda telah masuk dalam kategori ini, OPS yang profesional
itu mau untuk terus mencar ilmu dengan penuh antusias. Good luck…
Dan headline news-nya, OPS yang profesional akan selalu aktif bertanya maupun mencari informasi-informasi gres dari banyak sekali sumber, selalu bersemangat dan penuh energi sepanjang waktu, kemudian menyikapi segala hal yang sudah dilakukan, sedang dilakukan, atau bahkan yang belum dilakukan, semuanya tidak terasa membebani, namun sebaliknya, semua itu terasa sangat seru dan menyenangkan… Hebat…
3. Kooperatif
OPS yang profesional itu mempunyai aksara yang kooperatif yakni selalu siap bekerja sama, dan selalu siap membantu segala keluhan yang ada dengan upaya semaksimal mungkin. Tindakan yang kooperatif dari OPS terjadi pada ketika sebelum maupun setelah pengisian seluruh isian dalam aplikasi Dapodikdas 2021. Sebelum proses input data, OPS yang profesional kembali memastikan bahwa seluruh data yang tertera dalam seluruh formulir isian, baik formulir sekolah, formulir akseptor didik, formulir pendidik dan tenaga kependidikan sudah valid dan benar menurut seluruh dokumen yang sah dengan cara dikoordinasikan terlebih dahulu dengan masing-masing pihak yang berwenang dalam pengisian masing-masing data dalam aplikasi Dapodikdas 2021.
Setelah proses input selesai, sebelum finalisasi,OPS yang profesional mempersilahkan seluruh PTK ataupun bahkan akseptor didik untuk melihat biodata beserta rinciannya masing-masing sebelum dikirim ke server pusat (sinkronisasi), hal ini dilakukan kembali guna memastikan bahwa seluruh data yang tertera dalam seluruh isian, baik mengenai sekolah, akseptor didik, serta pendidik dan tenaga kependidikan sudah valid dan benar menurut keadaan yang sebenar-benarnya serta didukung dengan bukti-bukti fisik berupa dokumen-dokumen yang sah tentunya.
OPS yang profesional tidak segan-segan memperlihatkan layanan konsultasi terhadap semua pihak yang berkepentingan dalam hal Dapodikdas ini baik dari kalangan PTK, Peserta didik dari sekolahnya, ataupun bahkan dari sekolah lainnya untuk menambah wawasan dan pengalaman terbaik yang akan sanggup diterapkan oleh OPS itu sendiri nantinya. Selanjutnya OPS juga selalu siap berkoordinasi dengan baik dengan seluruh elemen sekolah apabila ada hal-hal yang perlu diperbaiki bersama-sama.
Dan yang paling sering ditemukan adanya isian formulir PTK yang masih ditemukan
adanya ketidaksesuaian dengan bahan-bahan manajemen yang dimilikinya, selain
itu masih adanya ketidaksesuaian data akseptor didik dengan data dasar mereka
menyerupai yang tertera pada sertifikat kelahiran ataupun ijazahnya.
Untuk mengatasi itu semua, tentu OPS yang
profesional akan selalu menampilkan perilaku yang kooperatif demi kepentingan
dan kebaikan bersama. Sippp…
4. Teliti
Untuk menghasilkan kualitas data yang akurat, tentu ketelitian menjadi kunci utamanya. Dalam dunia kepenulisan saja, selain penulis ada pula tim khusus yang disebut tim editor yang bertugas khusus untuk menyidik goresan pena tersebut, proses ini memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk mengecek kembali seluruh isi goresan pena itu dengan banyak sekali standarisasi yang ketat, kemudian memperbaiki kembali goresan pena tersebut hingga layak untuk dipublikasikan melalui media massa, baik dalam media elektronik maupun media cetak.
Apalagi kiprah OPS yang mempunyai kiprah ganda, selain sebagai operator yang
menginput data, OPS pulalah yang berperan dalam tahap finalisasi hingga siap
dikirim/disinkronisasikan dengan server Dapodikdas Pusat. Salah ataupun
benarnya dari seluruh isian data sangat ditentukan oleh input yang telah
dilakukan oleh OPS.
Jadi, OPS yang profesional itu mempunyai ketelitian tinggi hingga detil-detil
terkecil. Luar biasa…
5. Ikhlas
OPS khan juga insan normal yang butuh makan, minum, serta fasilitas-fasilitas hidup layaknya insan lainnya yang dengan bekerja itulah diharapkan segala kebutuhannya tersebut sanggup terpenuhi. Namun dalam kenyataanya masih ditemui OPS yang mengeluhkan reward yang belum sesuai dengan kinerja yang dilakukannya (itu bukan Anda kok, tapi saya… hehehe). Tapi hal ini masuk akal dan sah-sah saja, asal masih dalam koridor yang benar dan tidak berlebihan dalam mengapresiasikan pikiran dan curahan hati yang mungkin selama ini terpendam di dalam hati yang paling dalam. Hemmmz….
Namun ketika sadar dalam nuansa hati bening, timbul juga aliran dengan didukung oleh segenap perasaan bahwa rejeki itu khan Allah SWT yang mengatur dengan seadil-adilnya lantaran Allah SWT Maha Pemberi Rejeki sekaligus Maha Adil, dan rejeki itu bukan hanya dalam bentuk materi, menyerupai kesehatan saya ialah rejeki yang tidak terhitung oleh materi, ilmu-ilmu dan pengalaman-pengalaman gres juga rejeki, semakin bertambah jaringan silaturahmi dengan rekan-rekan OPS juga rejeki, kemudian apalagi ya…?
Silahkan ditambahkan sendiri ya Rekan-rekan OPS…? Yang jelas, berapapun reward yang
diberikan oleh sekolah, kita terima serta syukuri saja, itu khan bab dari
kebijakan sekolah yang sudah diperhitungkan oleh atasan kita tentunya, dan
memang itulah rejeki kita.
Akhirnya, OPS yang profesional itu selalu berdo’a, berusaha, dan mencar ilmu untuk terus memperbaiki kualitas kinerja dan yakin bahwa rejeki akan tiba sebesar dengan kepantasan kita dalam menerimanya, dan yang terpenting, semuanya dijalani dengan sepenuh hati dan ikhlas… Ajiiiibbb…